Perawatan Dekubitus dan Pencegahannya

Perawatan dekubitus harus dilakukan secara menyeluruh. Perawatan dekubitus tidak hanya terpatok pada perawatan luka dekubitus saja, melainkan semua komponen yang mendukung pada penyembuhan luka dekubitus seperti pengaturan nutrisi, posisi, dan sebagainya. Dekubitus dapat terjadi karena adanya tekanan pada beban tubuh yang terdapat di area kulit yang kontak dengan permukaan seperti tempat tidur sehingga membuat kulit menjadi iritasi. Adanya tekanan serta gesekan membuat jaringan kekurangan oksigen serta nutrisi sehingga membuat sel jadi rusak. Salah satunya ialah kejadian pada klien penderita immobilisasi dalam jangka waktu lama.



perawatan dekubitus
Kasur Dekubitus Serenity

Perawatan Dekubitus untuk Mencegah Terjadinya Dekubitus

Perawatan dekubitus dilakukan dengan tujuan untuk mencegah terjadinya dekubitus, langkah-langkah yang bisa dilakukan, di antaranya ialah:
  • Mengkaji risiko individu terhadap kejadian dekubitus. Pengkajian risiko luka tekan harus dilakukan saat klien masuk rumah sakit dan diulang dengan menggunakan pola yang teratur atau saat ada perubahan yang signifikan, seperti pada pembedahan atau penurunan status kesehatan. Pengkajian risiko ini dapat menggunakan skala Norton;
  • Mengidentifikasi kelompok yang berisiko tinggi terhadap kejadian luka tekan. Orang tua dengan usia lebih dari 60 tahun, bayi dan neonatal, pasien injuri tulang belakang, pasien dengan bedrest adalah kelompok yang mempunyai risiko tinggi terhadap kejadian luka tekan;
  • Mengkaji keadaan kulit secara teratur;
  • Mengkaji status mobilitas;
  • Meminimalkan terjadinya tekanan. Hindari menggunakan kasa yang berbentuk donat di tumit. Perawat rumah sakit di Indonesia masih sering menggunakan donat yang dibuat dari kasa atau balon untuk mencegah luka tekan. Menurut hasil penelitian menunjukkan bahwa hal ini dapat mengakibatkan region yang kontak dengan kasa donat menjadi iskemia;
  • Mengkaji dan meminimalkan terhadap pergesekan (friction) dan tenaga yang merobek (shear);
  • Mengkaji inkontinensia. Kelembapan yang disebabkan oleh inkontinensia dapat menyebabkan maserasi. Lakuka latihan untuk melatih kandung kemih (bladder training) pada pasien penderita inkontinesia;
  • Mengkaji status nutrisi. Pasien dengan luka tekan biasanya memiliki serum albumin dan hemoglobin yang lebih rendah bila dibandingkan dengan mereka yang tidak terkena luka tekan;
  • Mengkaji status nutrisi yang meliputi berat badan pasien, intake makanan, nafsu makan, ada tidaknya masalah dengan pencernaan, gangguan pada gigi, riwayat pembedahan atau intervensi keperawatan/medis yang memengaruhi intake makanan;
  • Mengkaji dan memonitor luka tekan pada setiap penggantian balutan luka meliputi: deskripsi dari luka tekan meliputi lokasi, tipe jaringan ( granulasi, nekrotik, eschar), ukuran luka, eksudat (jumlah, tipe, karakter, bau), serta ada tidaknya infeksi; stadium dari luka tekan; kondisi kulit sekeliling luka; nyeri pada luka;
  • Mengkaji faktor yang menunda status penyembuhan
  • Mengevaluasi penyembuhan luka;
  • Mengkaji komplikasi yang potensial terjadi karena luka tekan seperti abses, osteomielitis, bakteriemia, fistula;
  • Memberikan klien pendidikan kesehatan berupa penyebab dan faktor risiko untuk luka dekubitus dan cara-cara untuk meminimalkannya.

 Hal lain yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya luka tekan ialah:
  1. Bersihkanlah setiap kali lembap dengan pembersih dengan PH seimbang; Hindari menggosok kulit dengan keras karena dapat mengakibatkan trauma pada kulit. Pembersih perianal yang mengandung antimikroba topikal dapat digunakan untuk mengurangi jumlah mikroba di daerah kulit perianal;
  2. Gunakalah air yang hangat atau sabun yang lembut untuk mencegah kekeringan pada kulit;
  3. Berikanlah pelembap pada pasien setelah dimandikan untuk mengembalikan kelembapan kulit; Bila pasien menggunakan diaper, pilihlah diaper yang memiliki daya serap yang baik, untuk mengurangi kelembapan kulit akibat inkontinensia. Pada dekubitus Stadium I, kulit yang tertekan dan kemerahan harus dibersihkan menggunakan air hangat dan sabun, lalu diberi lotion dan dipijat 2-3 x/hari untuk memperlancar sirkulasi sehingga iskemia jaringan dapat dihindari.
 


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: Buku Manajemen luka



Terima kasih untuk Like/comment FB :