Penyebab Dekubitus dan Faktor Risikonya

Penyebab dekubitus kebanyakan akibat tekanan yang terus menerus. Seringkali penyebab dekubitus akibat gesekan antara tubuh dan tempat berbaring. Hilangnya sensoris pada penderita dekubitus berhubungan dengan stroke, paraplegi, multiple sklerosis atau diabetes yang dapat menyebabkan terjadinya dekubitus sehingga harus diperhitungkan ketika merencanakan perawatan sebagai langkah pencegahan dekubitus di masa datang. Untuk kasus ulkus tungkai, penyebab langsung tanpa cedera traumatis ringan, penyebab utama biasanya ialah masalah vaskuler.



penyebab dekubitus
Kasur Dekubitus


Jika masalah yang mendasarinya tidak diperhatikan, maka penyembuhan luka tidak mungkin berhasil. Ulkus tungkai pada diabetes secara langsung disebabkan oleh penggunaan alas kaki yang terlalu sempit, tetapi lambatnya penyembuhan disebabkan oleh mikro-angiopati. Penatalaksanaan diabetes dan efek sampingnya, paling tidak sama pentingnya dengan pemilihan balutan luka yang terbaik untuk meningkatkan penyembuhan. Jika penyebab luka dan semua patofisiologi yang mendasarinya diabaikan, maka pengobatan diarahkan untuk meringankan gejala-gejala masalah tersebut, bahkan bila lukanya telah sembuh, kemungkinan besar akan kambuh kembali.

Tiga elemen yang menyebabkan terjadinya dekubitus adalah intensitas tekanan dan tekanan yang menutup kapiler, durasi dan besarnya tekanan, dan toleransi jaringan. Dekubitus sering terjadi pada bagian tubuh sakrum, tumit, siku, maleolus lateral, trokanter besar, dan tuberositis iskial. Dekubitus terjadi sebagai hasil hubungan antara waktu dan tekanan. Semakin besar tekanan dan durasinya, semakin besar pula insiden terbentuknya luka. Kulit dan jaringan sub-kutan menoleransi beberapa tekanan. Namun, tekanan eksternal terbesar daripada tekanan dasar kapiler akan menurunkan atau menghilangkan aliran darah ke dalam jaringan sekitarnya. Jaringan ini menjadi hipoksia sehingga terjadi cedera.

Faktor Risiko Penyebab Dekubitus

Penyebab dekubitus yang utama karena tekanan dan gesekan pada kulit bagian tertentu. Beberapa faktor risiko penyebab dekubitus di antaranya ialah gangguan input sensoris. Klien penderita perubahan persepsi sensoris terhadap nyeri dan tekanan, berisiko tinggi mengalami gangguan integritas kulit.//   Faktor risiko yang kedua ialah gangguan fungsi motorik. Pasien yang tidak mampu mengubah posisi secara mandiri berisiko tinggi terjadi dekubitus. Penderita merasakan tekanan, tetapi tidak mampu mengubah posisi mandiri untuk menghilangkan tekanan tersebut.

Faktor risiko yang ketiga ialah perubahan tingkat kesadaran. Pasien mengalami kebingungan, disorientasi, atau mengalami perubahan tingkat kesadaran karena tidak mampu melindungi dirinya dari dekubitus.  Selain itu, pasien tidak mampu memahami cara menghilangkan tekanan. Seperti pasien dalam kondisi koma tidak dapat merasakan tekanan dan tidak mampu mengubah ke posisi yang lebih baik.

Faktor risiko yang keempat ialah gips, traksi, dan peralatan lain. Gips dan traksi mengurangi mobilisasi klien dan ekstremitasnya, klien yang menggunakan gips berisiko tinggi terjadi dekubitus karena adanya gaya friksi eksternal mekanik dari permukaan gips yang bergesek pada kulit. Gaya mekanik kedua adalah tekanan yang dikeluarkan gips pada kulit jika gips terlalu ketat atau ekstremitasnya bengkak.

Oleh sebab itu, agar mencegah terjadinya luka dekubitus, maka sebisa mungkin menjauhi faktor risiko luka dekubitus. Tindakan pencegahan yang bisa dilakukan seperti mobilisasi pada pasien tirah baring setiap 2 jam dalam 24 jam, menggunakan alas kasur atau kasur anti-dekubitus yang memiliki tekanan ringan, dan sebagainya.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: katailmu.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :