Penyakit Kulit Bolong-bolong (Terapi)

Penyakit kulit bolong-bolong atau sering disebut juga ulkus. Ulkus terjadi pada berbagai bagian tubuh seperti bagian kulit tulang ekor, tumit, pinggul, bahu, pergelangan kaki, siku, telinga, dan bagian belakang kepala. Adanya tekanan yang terlalu lama dalam waktu berhari-hari atau berbulan-bulan pada tempat yang sama dapat menyebabkan penyakit kulit bolong-bolong. Penyakit kulit bolong-bolong dikenal sebagai ulkus dalam istilah medis. Ulkus yang sering terjadi ialah ulkus yang disebabkan oleh tekanan pada saat duduk atau berbaring.



penyakit kulit bolong-bolong
Kasur Dekubitus

Terapi Penyakit Kulit Bolong-bolong

Terapi penyakit kulit bolong-bolong disesuaikan berdasarkan penyebab terjadinya. Umumnya penyakit kulit bolong-bolong terjadi karena tekanan dan gesekan yang terlalu lama pada bagian kulit sehingga menyebabkan penyakit kulit bolong-bolong. Risiko terjadinya penyakit kulit bolong-bolong akan lebih besar pada penderita kelumpuhan dan tidak merasakan tekanan atau nyeri di bagian tubuh mereka. Selain itu, pasien yang menderita diabetes selama bertahun-tahun kadang-kadang merasa sedikit rasa sakit dan mungkin tidak melihat jika ada terlalu banyak tekanan pada bagian tubuh mereka. Diabetes juga dapat memengaruhi aliran darah dan gangguan sirkulasi. Hal ini terjadi oleh karena pembuluh darah menyempit (arteriosclerosis) dan membuat lebih sulit bagi darah untuk menjangkau daerah-daerah pada bagian kulit tersebut.

Penderita malnutrisi juga merupakan faktor risiko tambahan bagi orang yang terbaring di tempat tidur. Jika penderita tidak memiliki lemak tubuh, minum serta makan sangat sedikit, kulit mereka lebih tipis dan memiliki pasokan darah yang buruk karena tidak sebaik kulit normal. Selain itu, adanya gesekan dan geser (kekuatan disebabkan oleh dua lapisan kulit bergesekan satu sama lain) dapat merusak kulit lebih lanjut. Hal ini terjadi ketika pasien hanya dapat tidur dan bagian kulit mereka menggosok kasur atau seprai sehingga menyebabkan kulit menjadi kemerahan dan luka kulit yang dangkal.

Bagian kulit yang terkena urine, feses atau keringat selama berjam-jam lebih rentan terhadap iritasi dan kerusakan. Inkontinensia sendiri tidak menyebabkan luka baring, tetapi kulit lebih menjadi sakit, terutama pasien yang sering menggunakan popok basah untuk waktu yang cukup lama. Maka dari itu, pasien tersebut harus lebih diperhatikan agar terhindar dekubitus atau ulkus ini.

Terapi penyakit kulit ini disesuaikan dengan penyebabnya. Namun, pada umumnya terapi yang diberikan dapat berupa pengurangan terhadap tekanan yang terdapat penyakit kulit tersebut, bahkan apabila terdapatkulit mati pada area tersebut, kulit mati harus dibuang dengan harapan dapat membentuk jaringan atau kulit yang baru sebagai pengganti kulit yang mati.

Selain itu, dokter akan memberikan terapi berupa salep kulit yang dapat mengurangi perkembangan dari kuman yang ada pada penyakit kulit tersebut. Sangat penting bagi dokter untuk selalu memantau pasien penderita dekubitus dan mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut.

Penggunaan kasur dekubitus pun sering disarankan oleh dokter supaya mengurangi tekanan yang terjadi pada dekubitus atau penyakit kulit bolong-bolong tersebut. Dengan menggunakan kasur dekubitu diharapkan dekubitus tidak berkembang ke arah komplikasi penyakit lainnya karena kasur khusus ini telah dirancang dengan tekanan yang minimal terhadap kulit sehingga tekanan tidak berat.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: ncbi.nlm.nih.gov.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :