Penyakit Dekubitus (Faktor Penyebab)

Penyakit dekubitus merupakan penyakit yang terjadi pada kulit. Penyakit dekubitus membuat kulit mengalami nekrosisi atau kematian jaringan lunak oleh karena tertekan di antara tonjolan tulang dengan suatu permukaan dalam kurun waktu yang lama. Adanya luka dekubitus akan membuat kulit menjadi rusak struktur anatomis dan fungsi kulitnya menjadi tidak normal. Penyembuhan luka dekubitus biasanya membutuhkan waktu lama. Apalagi bila luka dekubitus timbul disertai dengan infeksi. Kebanyakan orang penderita luka dekubitus ialah orang yang terlalu lama kontak dengan suatu bidang seperti kursi dan tempat tidur.



penyakit dekubitus
Kasur Dekubitus


Hal lain penyebab timbulnya luka dekubitus ialah kurang gerak, hal ini biasa dialami oleh pasien penderita gangguan tingkat kesadaran, kekurangan nutrisi atau malnutrisi, dan pasien yang harus berbaring di tempat tidur, dan lain-lain. Luka dekubitus disebut juga dengan ulkus dekubitus atau luka tekan. lLuka dekubitus dapat terjadi sebagai akibat dari adanya tekanan yang sama pada suatu bagian tubuh sehingga mengganggu sirkulasi peredaran darah pada kulit.

Penyebab Penyakit Dekubitus

Pada umumnya, penyebab penyakit dekubitus digolongkan menjadi dua golongan, yaitu penyebab dekubitus yang berasal dari dalam atau intrinsik dan penyebab dekubitus yang terjadi dari luar atau ekstrinsik. Contoh faktor intrinsik yang menimbulkan terjadinya luka dekubitus ialah penuaan atau regenerasi sejumlah sel-sel yang sudah lemah, contohnya penyakit diabetes melitus, kurang gizi, obesitas, anemia, status gizi, penyakit-penyakit saraf, hipoalbuminemia, dan penyakit yang dapat merusak pembuluh darah dan keadaan cairan tubuh.

Penyebab penyakit dekubitus yang berasal dari ekstrinsik di antaranya ialah kebersihan dari tempat tidur, peralatan medik yang digunakan dan dapat menyebabkan pasien terfiksasi pada suatu sikap tertentu, posisi yang tidak tepat, duduk yang tidak sesuai, perubahan posisi yang kurang sesuai, dan sebagainya.//   Faktor intrinsik disebabkan karena penuaan sehingga kulit menjadi mudah terkena dekubitus. Penuaan membuat menyebabkan penurunan kadar serum albumin, penurunan dari respons inflamatori, penurunan dari elastisitas kulit dan penurunan dari koheresi antara epidermis dan dermis. Akibatnya kulit pada orang tua menjadi kurang toleransinya terhadap gesekan, tekanan, dan tenaga yang merobek.

Selain itu, faktor intrinsik berkaitan dengan adanya luka dekubitus. Hipoalbuminemia, malnutrisi, dan kehilangan berat badan dapat menjadi faktor yang dapat menimbulkan luka dekubitus. Suatu penelitian menunjukkan bahwa luka tekan atau dekubitus yang terjadi pada orang tua didukung oleh adanya penurunan berat badan kadar albumin yang rendah serta asupan makanan yang tidak mencukupi.

Pergesekan membuat luka dekubitus terjadi pada saat permukaan bergerak pada arah yang berlawanan. Pergesekan yang terjadi membuat abrasi dan merusak permukaan epidermis kulit. Misalnya saja pergesekan yang dapat terjadi pada saat mengganti seprai pasien dengan kulit pasien.

Contoh penyebab luka dekubitus dari faktor ekstrinsik lainnya ialah terpaku pada sikap atau posisi tertentu atau immobilitas. Pasien dalam posisi tidur terus-menerus tanpa mengubah posisinya berisiko terjadi luka dekubitus. Hal ini membuat kulit yang kontak dengan permukaan tempat tidur dalam kurun waktu lama mengalami nekrosis atau kerusakan jaringan yang pada akhirnya dapat menimbulkan luka dekubitus.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: katailmu.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :