Pengertian Dekubitus Menurut Asal Kata

Pengertian dekubitus diartikan sebagai suatu keadaan kerusakan jaringan setempat yang disebabkan oleh iskemia pada kulit bagian kutis dan sub-kutis akibat tekanan dari luar yang berlebihan. Gangguan integritas kulit yang terjadi pada dekubitus merupakan akibat tekanan. Namun, terdapat faktor-faktor tambahan yang meningkatkan risiko terjadinya luka dekubitus lebih lanjut pada pasien. Setidaknya terdapat sepuluh faktor yang memengaruhi pembentukan luka dekubitus, di antaranya ialah gaya gesek, friksi, kelembaban, nutrisi buruk, anemia, infeksi, demam, gangguan sirkulasi perifer, obesitas, kakeksia, dan usia.



pengertian dekubitus
Kasur Dekubitus Serenity


Faktor risiko terjadinya luka dekubitus meliputi pasien penderita gangguan input sensoris, gangguan fungsi motorik, perubahan tingkat kesadaran dan pasien yang menggunakan peralatan gips dan lain-lain. Pasien penderita perubahan persepsi sensoris terhadap nyeri dan tekanan berisiko tinggi mengalami gangguan integritas kulit dari pada pasien yang sensasinya normal. Pasien yang memiliki persesi sensoris yang utuh terhadap nyeri dan tekanan akan mengetahuinya jika salah satu bagian tubuhnya merasakan tekanan atau nyeri yang terlalu besar sehingga pasien sadar dan berorientasi, mereka dapat mengubah atau meminta bantuan untuk mengubah posisinya.

Pasien yang tidak mampu mengubah posisi secara mandiri berisiko tinggi terhadap dekubitus. Pasien tersebut dapat merasakan tekanan tetapi, tidak mampu mengubah posisi secara mandiri untuk menghilangkan tekanan tersebut. Hal ini meningkatkan peluang terjadinya dekubitus. Pada pasien penderita cedera medulla spinalis terdapat gangguan motorik dan sensoris. Angka kejadian dekubitus pada pasien penderita cedera medula spinalis diperkirakan sebesar 85% dan komplikasi luka ataupun berkaitan dengan luka merupakan penyebab kematian pada 8% populasi ini.

Pasien bingung, disorientasi, atau mengalami perubahan tingkat kesadaran tidak mampu melindungi dirinya sendiri dari luka dekubitus. Pasien bingung atau disorientasi mungkin dapat merasakan tekanan, tetapi tidak mampu memahami bagaimana menghilangkan tekanan itu. Pasien koma tidak dapat merasakan tekanan dan tidak mampu mengubah ke posisi yang lebih baik. Selain itu, pada pasien penderita perubahan tingkat kesadaran lebih mudah menjadi binggung. Beberapa contoh adalah pada pasien yang berada di ruang operasi dan untuk perawatan intensif dengan pemberian sedasi.

Gips dan traksi mengurangi mobilisasi pasien dan ekstermitasnya. Pasien yang menggunakan gips berisiko tinggi terjadi dekubitus karena adanya gaya friksi eksternal mekanik dari permukaan gips yang bergesek pada kulit. Gaya mekanik kedua adalah tekanan yang dikeluarkan gips pada kulit jika gips terlalu ketat dikeringkan atau ekstremitasnya bengkak. Peralatan ortotik seperti penyangga leher digunakan pada pengobatan pasien penderita fraktur spinal servikal bagian atas. Luka dekubitus merupakan potensi komplikasi dari alat penyangga leher ini.

Perawat perlu waspada terhadap risiko kerusakan kulit pada klien yang menggunakan penyangga leher ini. Perawat harus mengkaji kulit yang berada di bawah penyangga leher, alat penopang (braces), atau alat ortotik lain untuk mengobservasi tanda-tanda kerusakan kulit.

Pengertian Dekubitus Menurut Asal Kata

Apabila dilihat dari asal katanya, pengertian dekubitus berasal dari bahasa latin decumbree yang berarti merebahkan diri yang didefinisikan sebagai suatu luka akibat posisi penderita yang tidak berubah dalam jangka waktu lebih dari 6 jam. Jadi pengertian dekubitus secara umum diartikan sebagai nekrosis jaringan lokal yang cenderung terjadi ketika jaringan lunak tertekan di antara tonjolan tulang dengan permukaan eksternal dalam jangka waktu lama. Terjadi gangguan mikrosirkulasi jaringan lokal dan mengakibatkan hipoksia jaringan. Jaringan memperoleh oksigen dan nutrisi serta membuang sisa metabolisme melalui darah. Beberapa faktor yang mengganggu proses ini akan memengaruhi metabolisme sel dengan cara mengurangi atau menghilangkan sirkulasi jaringan yang menyebabkan iskemi jaringan.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: Buku Manajemen Luka, Buku Standar Perawatan Pasien



Terima kasih untuk Like/comment FB :