Derajat Luka Dekubitus dan Klasifikasinya

Derajat luka dekubitus digunakan untuk menilai luka dekubitus yang terjadi agar dapat disesuaikan dengan penanganan yang akan dilakukan. Derajat luka dekubitus ini pada umumnya dibagi dalam 4 derajat. Derajat ke-4 merupakan derajat luka dekubitus yang terberat. Luka dekubitus ini perlu kita kaji lebih mendalam agar dapat menentukan tindakan yang dapat dilakukan dengan tepat sehingga penyembuhan luka dekubitus tidak memerlukan waktu yang lama. Penanganan yang dilakukan pada setiap derajat dari luka dekubitus tentunya akan berbeda.



derajat luka dekubitus
Kasur Dekubitus


Luka dekubitus diartikan sebagai kerusakan stroketur anatomis dan fungsi kulit normal akibat dari tekanan eksternal yang berhubungan dengan penonjolan tulang dan tidak sembuh-sembuh dengan urutan dan waktu biasa.

Berbagai faktor risiko bisa menjadi presdiposisi terjadinya luka dekubitus pada pasien, antara lain:
  • Gangguan input sensoris. Klien penderita perubahan persepsi sensoris terhadap nyeri dan tekanan berisiko tinggi mengalami gangguan integritas kulit;
  • Gangguan fungsi motorik. Klien yang tidak mampu mengubah posisi secara mandiri berisiko tinggi terjadi dekubitus. Klien tersebut dapat merasakan tekanan, tetapi tidak mampu mengubah posisi mandiri untuk menghilangkan tekanan tersebut;
  • Perubahan tingkat kesadaran. Klien bingung, disorientasi, atau mengalami perubahan tingkat kesadaran tidak mampu melindungi dirinya dari dekubitus, klien bingung atau disorientasi mungkin dapat merasakan tekanan, tetapi tidak mampu memahami bagaimana menghilangkan tekanan itu. Klien koma tidak dapat merasakan tekanan dan tidak mampu mengubah ke posisi yang lebih baik;
  • Gips, traksi, dan peralatan lain. Gips dan traksi mengurangi mobilisasi klien dan ekstremitasnya, klien yang menggunakan gips berisiko tinggi terjadi dekubitus karena adanya gaya friksi eksternal mekanik dari permukaan gips yang bergesek pada kulit. Gaya mekanik kedua adalah tekanan yang dikeluarkan gips pada kulit jika gips terlalu ketat atau jika ekstremitasnya bengkak.

Gangguan integritas kulit yang terjadi pada dekubitus merupakan akibat tekanan. Namun, ada faktor-faktor tambahan yang bisa meningkatkan risiko terjadinya dekubitus. Di antaranya ialah gaya gesek dan friksi, kelembaban, nutrisi yang buruk, anemia, infeksi, demam, gangguan sirkulasi perifer, obesitas, kakeksia, dan usia.

Klasifikasi atau Derajat Luka Dekubitus

Salah satu cara awal untuk mengklasifikasi dekubitus ialah dengan menggunakan sistem nilai atau tahapan atau derajat. Berikut derajat luka dekubitus yang dimaksud:

Derajat Satu
Memiliki ciri kemerahan tidak pucat pada kulit yang utuh, lesi pada kulit yang diperbesar, pada kulit tidak berwarna, terasa hangat atau keras.

Derajat Dua
Menghilangnya ketebalan kulit meliputi bagian epidermis dan atau bagian dermis, terdapat ulkus superfisial dan secara klinis terlihat seperti ada abrasi lecet atau lubang yang dangkal.

Derajat Tiga
Menghilangnya seluruh ketebalan pada kulit meliputi bagian jaringan sub-kutan yang rusak dan mungkin akan melebar ke bagian bawah, tetapi tidak melampaui bagian dalam atau merusak jaringan sekitarnya.

Derajat Empat
Menghilangnya seluruh ketebalan kulit yang disertai dekstrokesi ekstensif, kerusakan jaringan atau kerusakan otot, struktur penyangga seperti tendon, kapsul sendi, dan lainnya.

Metode lain klasifikasi luka ialah dari warna luka yang memperlihatkan fase penyembuhan. Luka nekrotik diklasifikasikan dengan luka hitam, luka disertai eksudat dan debris berserat kuning diklasifikasikan dengan luka kuning,  luka pada fase penyembuhan aktif dan bersih disertai dengan granulasi berwarna merah muda hingga merah dan jaringan epitel diklasifikasikan dengan warna merah. Tidak ada konsensus mengenai cara terbaik untuk mengklasifikasi luka dekubitus, tetapi secara umum disepakati diperlukan lebih dari sekadar  klasifikasi tahapan atau warna untuk memberi gambaran dekubitus yang lengkap dan komprehensif.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: katailmu.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :