Derajat Dekubitus menurut NPUAP

Derajat dekubitus perlu kita ketahui untuk menilai sejauh mana dekubitus dapat  terjadi dan untuk menentukan perawatan yang tepat diberikan pada pasien tersebut. Tiga elemen yang menjadi dasar terjadinya dekubitus, yaitu intensitas tekanan dan tekanan yang menutup kapiler, durasi dan besarnya tekanan, serta toleransi jaringan. Kulit dan jaringan sub-kutan dapat menoleransi beberapa tekanan. Namun, tekanan eksternal terbesar akan menurunkan atau menghilangkan aliran darah ke dalam jaringan sekitarnya. Jaringan ini menjadi hipoksia sehingga terjadi cedera iskemi. Jika tekanan ini lebih besar dari 32 mmHg dan tidak dihilangkan dari tempat penderita hipoksia, maka pembuluh darah akan mengalami kolaps dan trombosis.



derajat dekubitus
Kasur Dekubitus Serenity

Derajat Dekubitus menurut National Pressure Ulcer Advisory Panel


Salah satu cara untuk mengklasifikasikan dekubitus yakni dengan menggunakan sistem tahapan atau derajat. Sistem tahapan atau derajat ini digunakan sebagai salah satu cara untuk memperoleh metode jelas dan konsisten untuk menggambarkan dan mengklasifikasikan luka dekubitus. Berikut derajat dekubitus menurut National Pressure Ulcer Advisory Panel (NPUAP).

Dekubitus derajat I
Eritema tidak pucat pada kulit utuh, lesi luka kulit yang diperbesar. Kulit tidak berwarna, hangat, atau keras juga dapat menjadi indikator. Perubahan kulit yang terjadi dapat secara langsung diobservasi dengan tanda-tanda yang tadi telah disebutkan. Pada pasien berkulit putih biasanya luka akan terlihat menjadi kemerahan menetap sedangkan pada pasien berkulit kulit gelap, luka terlihat berwarna merah menetap, biru atau ungu.

Dekubitus derajat II
Hilangnya sebagian ketebalan kulit meliputi epidermis dan dermis. Luka superficial dan secara klinis terlihat seperti abrasi, lecet, atau lubang yang dangkal.

Dekubitus derajat III
Hilangnya seluruh ketebalan kulit meliputi jaringan sub-kutan atau nekrotik yang mungkin akan melebar ke bawah, tetapi tidak melampaui fascia yang berada di bawahnya. Luka secara klinis terlihat seperti lubang yang dalam dengan atau tanpa merusak jaringan sekitarnya.

Dekubitus derajat IV
Hilangnya seluruh ketebalan kulit disertai destrokesi ekstensif, nekrosis jaringan; atau kerusakan otot, tulang, atau stroketur penyangga misalnya kerusakan jaringan epidermis, dermis, subkutaneus, otot dan kapsul sendi.

Kemerahan pada kulit bila ditekan, kulit berwarna akan pucat serta lama kembali ke warna normal termasuk dekubitus derajat I, sedangkan bila sudah ada luka pada kulit termasuk dekubitus derajat II.

Standar derajat luka dekubitus dari National Pressure Ulcer Advisory Panel (NPUAP) digunakan sebagai pedoman pengobatan Agency for Health Care Policy Research (AHPCR). Pada konferensi konsensus NPUAP (1995), definisi derajat I diubah dengan karakteristik pengkajian pada pasien berkulit gelap. Berbagai indikator selain warna kulit, seperti suhu, adanya pori-pori ”kulit jeruk”, kekacauan atau ketegangan, kekerasan, dan data laboratorium, dapat membantu mengkaji pasien berkulit gelap. Saat mengkaji kulit pasien berwarna gelap, memerlukan pencahayaan yang sesuai untuk mengkaji kulit secara akurat. Dalam pemeriksaan dianjurkan menggunakan cahaya alam atau halogen. Hal ini mencegah munculnya warna biru yang dihasilkan dari sumber lampu pijar pada kulit berpigmen gelap sehingga mengganggu pengkajian yang akurat.

Oleh karena itu, sebaiknya luka dekubitus harus dicegah. Upaya pencegahan dekubitus menurut berbagai ahli secara garis besar meliputi mobilisasi, perawatan kulit, penggunaan alat/sarana dan penataan lingkungan perawatan serta pendidikan kesehatan serta pemenuhan kebutuhan cairan dan nutrisi yang adekuat.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: Buku Manajemen Luka, Buku Standar Perawatan Pasien



Terima kasih untuk Like/comment FB :