Decubitus adalah Luka Akibat Iskemia

Decubitus adalah luka tekan akibat kerusakan jaringan setempat yang disebabkan oleh iskemia pada kulit bagian kutis dan sub-kutis akibat tekanan dari luar yang berlebihan. Hal ini umumnya terjadi pada penderita dengan penyakit kronik yang berbaring lama. Ulkus dekubitus sering disebut sebagai ischemic ulcer, pressure ulcer, pressure sore, bed sore. Dekubitus juga berisiko tinggi pada orang-orang yang tidak mampu merasakan nyeri karena nyeri merupakan tanda normal yang mendorong seseorang untuk bergerak. Contoh kerusakan saraf penderita dekubitus ialah akibat cedera, stroke, diabetes, dan koma.



decubitus adalah\
Kasur Dekubitus Serenity


Decubitus berasal dari bahasa latin decumbree yang berarti merebahkan diri dan didefinisikan sebagai suatu luka akibat posisi penderita yang tidak berubah dalam jangka waktu lebih dari 6 jam. Decubitus adalah nekrosis jaringan lokal yang cenderung terjadi ketika jaringan lunak tertekan di antara tonjolan tulang dengan permukaan eksternal dalam jangka waktu lama. Akibatnya menyebabkan gangguan mikrosirkulasi jaringan lokal yang mengakibatkan hipoksia jaringan. Secara normal, jaringan memperoleh oksigen dan nutrisi serta membuang sisa metabolisme melalui darah. Beberapa faktor yang mengganggu proses ini akan memengaruhi metabolisme sel dengan cara mengurangi atau menghilangkan sirkulasi jaringan yang menyebabkan iskemi jaringan.

Iskemia jaringan terjadi karena tidak adanya darah secara lokal atau penurunan aliran darah akibat obstrokesi mekanika. Penurunan aliran darah menyebabkan daerah tubuh menjadi pucat. Pucat terlihat ketika adanya warna kemerahan pada pasien berkulit terang. Pucat tidak terjadi pada pasien yang berkulit pigmen gelap. Kerusakan jaringan terjadi ketika tekanan mengenai kapiler yang cukup besar dan menutup kapiler tersebut. Tekanan pada kapiler merupakan tekanan yang dibutuhkan untuk menutup kapiler misalnya jika tekanan melebihi tekanan kapiler normal yang berada pada rentang 16 sampai 32 mmHg.

Setelah periode iskemi, kulit yang terang mengalami satu atau dua perubahan hiperemia. Hiperemia reaktif normal (kemerahan) merupakan efek vasodilatasi lokal yang terlihat, respons tubuh normal terhadap kekurangan aliran darah pada jaringan di bawahnya, area pucat setelah dilakukan tekanan dengan ujung jari dan hyperemia reaktif akan menghilang dalam waktu kurang dari satu jam. Kelainan hyperemia reaktif adalah vasodilatasi dan indurasi yang berlebihan sebagai respons dari tekanan. Kulit terlihat berwarna merah muda terang hingga merah. Indurasi adalah area edema lokal dibawah kulit. Kelainan hiperemia reaktif dapat hilang dalam waktu antara lebih dari 1 jam hingga 2 minggu setelah tekanan di hilangkan.

Ketika pasien berbaring atau duduk maka berat badan berpindah pada penonjolan tulang. Semakin lama tekanan diberikan, semakin besar risiko kerusakan kulit. Tekanan menyebabkan penurunan suplai darah pada jaringan sehingga terjadi iskemi. Apabila tekanan dilepaskan akan menyebabkan hiperemia reaktif atau peningkatan aliran darah yang tiba-tiba ke daerah tersebut. Hiperemia reaktif merupakan suatu respons kompensasi dan hanya efektif jika tekan pada kulit di hilangkan sebelum terjadi nekrosis atau kerusakan.

Decubitus adalah Salah Satu Komplikasi dari Penyakit Diabetes

Diabetes mellitus adalah suatu penyakit kronis yang disebabkan oleh berkurangnya produksi insulin oleh pankreas, baik yang diturunkan maupun yang didapat, atau oleh ketidakefektifan produksi insulin. Akibatnya akan meningkatkan konsentrasi glukosa dalam darah, dimana ini bisa membahayakan sistem tubuh, khususnya pembuluh darah dan saraf sehingga menyebabkan berkurangnya kemampuan untuk merasakan nyeri sehingga menjadi risiko terjadinya dekubitus.

Kerusakan integritas kulit bisa berasal dari luka karena trauma dan pembedahan, juga dapat disebabkan karena tertekannya kulit dalam waktu yang lama sehingga menyebabkan iritasi dan berkembang menjadi luka tekan atau dekubitus.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: Buku Manajemen Luka



Terima kasih untuk Like/comment FB :