Cara Merawat Luka Dekubitus dengan Infeksi

Cara merawat luka dekubitus dapat dilakukan melalui beberapa langkah perawatan kulit. Cara merawat luka dekubitus dapat dilakukan dengan bantuan perawatan atau bantuan keluarga yang telah diajarkan mengenai cara merawat luka dekubitus. Sebelum pasien didiagnosis mengalami luka dekubitus, pasien harus melalui beberapa pemeriksaan termasuk pemeriksaan diagnostik. Pemeriksaan diagnostik yang harus dilakukan untuk menegakkan diagnosa lukas dekubitus di antaranya ialah kultur dan albumin serum. Pada pemeriksaan kultur akan diketahui pertumbuhan mikroorganisme tiruan atau sel-sel jaringan, sedangkan pemeriksaan albumin serum akan diketahui protein utama dalam plasma dan cairan serosa lain.



cara merawat luka dekubitus
Kasur Dekubitus

Cara Merawat Luka Dekubitus dengan Infeksi 

Cara merawat luka dekubitus dengan  infeksi umumnya tidak berbeda jauh dengan cara merawat luka dekubitus tanpa infeksi. Hanya saja dalam merawat luka dekubitus dengan infeksi diberikan obat-obatan antibiotik untuk mengurangi infeksinya. Terkadang diberikan antibiotik sistemis pada pasien penderita sepsis atau selulitis.

Tindakan pertama sebelum memberikan perawatan pada luka dekubitus ialah mengurangi tekanan pada luka dekubitus tersebut. Pengurangan pada luka dekubitus dapat dilakukan dengan menggunakan matras atau tempat tidur anti-dekubitus. Pengurangan tekanan ini sangat penting untuk dilakukan mengingat bahwa luka dekubitus akan cepat sembuh apabila tidak diperberat dengan penekanan pada kulit penderita luka dekubitus tersebut.

Setelah luka dekubitus dibersihkan. Luka dekubitus dibersihkan dengan  menggunakan larutan antiseptik. Contoh dari larutan antiseptik di antaranya ialah H2O2 3% dan larutan NaCl 0,9%. Pembersihan luka dilakukan melalui beberapa tahap seperti pengompresan, pencucian, pembilasan, pengeringan, dan pemberian bahan-bahan topikal. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar penyembuhan luka dapat berjalan dengan cepat.

Setelah luka dibersihkan, barulah kita mengangkat jaringan lunak yang sudah rusak. Jaringan lunak yang sudah rusak perlu kita angkat karena jaringan lunak yang rusak dapat menghambat pembentukan jaringan baru dan menjadi bahan untuk terbentuknya infeksi apabila jaringan lunak tersebut tidak diangkat. Pengangkatan jaringan lunak yang sudah mati dapat dilakukan dengan 3 teknik yaitu dengan teknik sharp debridement, mechanical debridement, dan enzymatic debridement. Sharp debridement itu sendiri diartikan sebagai pengangkatan jaringan lunak yang mati dengan menggunakan pisau atau gunting. Enzymatic debridement merupakan pengangkatan jaringan lunak mati dengan menggunakan enzim. Dan untuk mechanical debridement merupakan pengangkatan jaringan lunak yang mati dengan pencucian, pembilasan, pengompresan serta hidroterapi.

Pada luka dekubitus penderita infeksi setelah diangkat jaringan nekrosisnya selanjutnya diberikan obat antibiotik sistemis. Utamanya pada pasien penderita sepsi serta selulitis. Barulah setelah itu diberikan obat atau bahan-bahan topikal seperti salep asam salisilat 2%, preparat seng, oksigen hiperbarik, radiasi inframerah dan sebagainya.

Tindakan pembedahan merupakan langkah terakhir untuk mengobati luka dekubitus yang terinfeksi. Biasanya luka dekubitus yang dibedah ialah luka dekubitus dengan derajat III dan derajat IV. Tindakan pembedahan ini dapat membuat luka dekubitus lebih cepat sembuh dan lukanya lebih cepat tertutup. Biasanya pada luka dekubitus derajat III dan IV dilakukan penanaman kulit atau myocutaneous flap untuk menutupi luka dekubitus.

Tindakan pengobatan luka dekubitus itu tidak harus semuanya dilakukan. Tindakan pengobatan luka dekubitus disesuaikan dengan derajat luka dekubitus yang terjadi. Jadi tidak semua tahapan dilakukan pada semua derajat luka dekubitus. Hanya untuk derajat III dan IV saja yang dilakukan semua tindakan pengobatan luka dekubitus termasuk tindakan pembedahan.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: katailmu.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :