Askep Ulkus Dekubitus di Rumah Sakit

Askep ulkus dekubitus merupakan asuhan keperawatan yang diberikan pada pasien dengan ulkus dekubitus. Askep ulkus dekubitus diberikan oleh seorang perawat yang merawat pasien ulkus dekubitus. Askep ulkus dekubitus dibuat berdasarkan hasil pemeriksaan, dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lainnya seperti dokter. Dalam pelaksanaannya, askep ulkus dekubitus ini dilakukan oleh seorang perawat yang memiliki keterampilan dalam merawat luka dekubitus. Perawat harus mengkaji kulit terus-menerus dari tanda-tanda munculnya luka pada kulit klien gangguan neurologi, berpenyakit kronik dalam waktu lama, penurunan status mental, dan dirawat di ruang ICU, berpenyakit onkologi, terminal, dan orthopedi berpotensi tinggi terjadi luka dekubitus.



askep ulkus dekubitus
Kasur Dekubitus Serenity

Askep Ulkus Dekubitus di Rumah Sakit

Seperti yang kita ketahui bahwa terdapat beberapa pasien yang berisiko tinggi terhadap terjadinya dekubitus seperti pada kulit klien gangguan neurologi, berpenyakit kronik dalam waktu lama, penurunan status mental, dan dirawat di ruang ICU, berpenyakit onkologi, terminal, dan orthopedi berpotensi tinggi terjadi luka dekubitus. Walaupun askesp ulkus dekubitus di rumah sakit dilakukan oleh perawat, tetapi penatalaksanaan pasien dekubitus memerlukan pendekatan holistik yang menggunakan keahlian pelaksana yang berasal dari beberapa disiplin ilmu kesehatan. Selain perawat, keahlian pelaksana termasuk dokter, ahli fisiotrapi, ahli terapi okupasi, ahli gizi, dan ahli farmasi. Beberapa aspek penatalaksanaan dekubitus antara lain seperti perawatan luka secara lokal dan tindakan pendukung seperti gizi yang adekuat dan cara penghilang tekanan.

Selama penyembuhan dekubitus, luka harus dikaji untuk lokasi, tahap, ukuran, traktusinus, kerusakan luka, luka menembus, eksudat, jaringan nekrotik, dan keberadaan atau tidak adanya jaringan granulasi maupun epitelialisasi. Dekubitus harus dikaji ulang minimal satu kali per hari. Pada perawatan rumah pengkajian dimodifikasi karena pengkajian mingguan tidak mungkin dilakukan oleh pemberi perawatan. Dekubitus harus menunjukkan proses penyembuhan dalam waktu 2 sampai 4 minggu.

Berikut ini rangkaian asuhan keperawatan terhadap pasien dekubitus di rumah sakit:
  • Mengkaji risiko pasien terhadap adanya pengembangan dekubitus dengan menggunakan alat pengkajian yang teruji dan valid selama satu jam setelah pasien masuk;
  • Melakukan pengkajian ulang bilamana terdapat perubahan material pada kondisi pasien;
  • Memilih suatu sistem penyangga bagi pasien yang sesuai dangan skor risiko pasien satu jam setelah masuk bangsal;
  • Merencanakan jadwal mobilisasi dan jadwal pergantian posisi yang sesuai dengan risiko pasien, hindarkan pasien dari kerusakan atau kehancuran kulit dan tempat yang berisiko tinggi sebanyak mungkin dan harus diingat kebutuhan pasien untuk beristirahat, makan dan menerima kunjungan, catat perubahan posisinya;
  • Menginspeksi tempat-tempat berisiko tinggi secara teratur, contohnya setiap kali mengubah posisi pasien dan lakukan pengkajian ulang adanya dekubitus setiap hari;
  • Mempertahankan integritas kulit, bersihkan selalu setelah pasien mengalami inkontensia urine atau fekal, jangan menggunakan sabun secara berlebihan, hindari menggosok kulit yang lembut, bila memungkinkan lakukan identifikasi dan koreksi terhadap sebab inkontensia;
  • Melakukan pengkajian status nutrisi pasien dan semua diet khusus yang diperlukan untuk memperbaiki kebutuhan dengan bantuan para ahli gizi;
  • Meringankan pengaruh dari kondisi melemahkan yang lain yang terjadi secara bersamaan bila memungkinkan;
  • Melakukan identifikasi dan coba untuk mengoreksi setiap masalah yang berhubungan dengan tidur;
  • Mendukung pasien dari segi psikologinya.

Itulah beberapa langkah askep ulkus dekubitus di rumah sakit. Langkah-langkah tersebut harus dilakukan demi mendukung kesembuhan pasien dekubitus.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: Buku Standar Perawatan Pasien



Terima kasih untuk Like/comment FB :